Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-8 Akademi Metrologi dan Instrumentasi Kukuhkan 67 Lulusan

Sumedang, 24 September 2026 – Akademi Metrologi dan Instrumentasi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan, Kementerian Perdagangan, melaksanakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Ke-8 pada Kamis, 24 September 2026, bertempat di Kampus Akademi Metrologi dan Instrumentasi, Sumedang. Sebanyak 67 mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Metrologi dan Instrumentasi resmi dikukuhkan sebagai lulusan dan menyandang gelar Ahli Madya Metrologi dan Instrumentasi.

Prosesi Wisuda Ke-8 diawali dengan rombongan Senat Akademi Metrologi dan Instrumentasi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono, Direktur Akademi Metrologi dan Instrumentasi Vera Firmansyah, Ketua Senat Akademi Metrologi dan Instrumentasi Nandang Gunawan Tunggal Waras, serta Padelis menuju tempat pelaksanaan acara. Rombongan memasuki tempat acara diiringi lagu Gaudeamus igitur yang dinyanyikan oleh Tim Paduan Suara Akademi Metrologi dan Instrumentasi.

Capaian Pendidikan dan Penguatan Pendidikan Vokasi

Mengawali rangkaian utama, Kepala Badan Djatmiko Bris Witjaksono menyampaikan laporan pendidikan Akademi Metrologi dan Instrumentasi.

Dalam laporannya, Kepala Badan Djatmiko menyampaikan bahwa 67 lulusan Program Studi Diploma Tiga Metrologi dan Instrumentasi tahun 2026 memiliki rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif sebesar 3,57, dengan Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi mencapai 3,90. Berdasarkan predikat kelulusan, sebanyak 35 lulusan memperoleh predikat Dengan Pujian, 31 lulusan memperoleh predikat Sangat Memuaskan, dan satu lulusan memperoleh predikat Memuaskan.

Para wisudawan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 16 orang berasal dari Provinsi Jawa Barat, tujuh orang dari Jawa Tengah, lima orang dari Jawa Timur, empat orang dari Kalimantan Barat, serta masing-masing tiga orang dari Banten, Jambi, Lampung, dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, dua orang masing-masing berasal dari Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Barat. Adapun masing-masing satu orang berasal dari Bali, Bengkulu, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Maluku Utara, Papua Barat, Riau, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan vokasi, Akademi Metrologi dan Instrumentasi memperkuat sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama yang memperoleh lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi pada 22 Mei 2026, dengan dua skema sertifikasi, yaitu Kalibrasi Alat Ukur Gelas dan Kalibrasi Neraca Analitik.

Selain penguatan sertifikasi kompetensi, Akademi Metrologi dan Instrumentasi tengah menyiapkan tiga program studi baru, sementara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan menginisiasi pendirian Sekolah Menengah Kejuruan Perdagangan untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi sesuai kebutuhan sektor perdagangan.

Dari sisi keterserapan lulusan, berdasarkan hasil Tracer Study Akademi Metrologi dan Instrumentasi Triwulan II Tahun 2026, dari total 363 lulusan, sebanyak 297 lulusan telah bekerja. Masa tunggu kerja lulusan juga didominasi kurang dari enam bulan setelah wisuda. Pada Wisuda Ke-8, sebanyak 10 wisudawan telah diterima bekerja.

Di akhir laporannya, Kepala Badan Djatmiko menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan dan berpesan agar ilmu serta kompetensi yang diperoleh selama pendidikan dapat diterapkan secara profesional dan penuh tanggung jawab.

“Kami sangat mengharapkan Saudara setelah terjun ke masyarakat dapat mengimplementasikan dan mengamalkan ilmu dan kompetensi yang Saudara miliki secara profesional dan penuh tanggung jawab. Saudara sebagai lulusan Akademi Metrologi dan Instrumentasi harus menjadi agen perubahan bangsa ini dengan bekerja keras, tulus, dan ikhlas serta senantiasa menjunjung nilai-nilai kejujuran dan berdisiplin tinggi,” ujar Kepala Badan Djatmiko.

Wamendag Dorong Lulusan Berkontribusi di Bidang Metrologi

Selanjutnya, Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan arahan kepada 67 wisudawan. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan dan berharap ilmu serta kompetensi yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

“Keberhasilan pada prinsipnya tergantung kita. Seberapa cepat kita sukses juga tergantung kita. Bagaimana kebiasaan (habit) kita setiap harinya, bagaimana kita menjalin relasi yang bisa membuat kita cepat merealisasikan mimpi tersebut, dan tentu semua itu adalah anugerah dan izin yang diberikan oleh Allah SWT atau Tuhan Yang Maha Esa kepada kita,” tutur Wamendag Dyah Roro.

Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan para lulusan serta harapan agar generasi muda dapat turut berkontribusi bagi masa depan Indonesia.

“Saya berharap ini adalah perjalanan hidup yang sangat amat luar biasa, dan saya yakin Bapak/Ibu para orang tua di sini juga sangat bangga melihat anak-anaknya bisa berhasil seperti ini. Saya yakin dengan Adik-adik sekalian yang terlihat sangat berbahagia, masa depan Indonesia cerah dan kita insyaallah bisa mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045,” lanjutnya.

Prosesi Pengukuhan 67 Wisudawan

Sidang Senat Terbuka kemudian dibuka oleh Direktur Akademi Metrologi dan Instrumentasi, Vera Firmansyah. Selanjutnya, Ketua Senat Akademi Metrologi dan Instrumentasi, Nandang Gunawan Tunggal Waras, membacakan Keputusan Direktur Akademi Metrologi dan Instrumentasi tentang Penetapan Kelulusan Mahasiswa.

Pembacaan keputusan tersebut dilanjutkan dengan pernyataan wisuda oleh Direktur Akademi Metrologi dan Instrumentasi. Para wisudawan kemudian mengucapkan Janji Wisuda yang dipimpin oleh Direktur Akademi Metrologi dan Instrumentasi dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri sebagai bagian dari prosesi pengukuhan.

Sebanyak 67 wisudawan selanjutnya dilantik dan menerima ijazah dari Ketua Program Studi Diploma Tiga Metrologi dan Instrumentasi, Gianto, sebagai tanda telah menyelesaikan pendidikan di Akademi Metrologi dan Instrumentasi. Kemudian dilanjutkan dengan pemindahan bandul wisudawan oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri. Setelah resmi dilantik, para wisudawan menerima ucapan selamat dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono dan Direktur Akademi Metrologi dan Instrumentasi Vera Firmansyah.

Apresiasi Prestasi dan Capaian Kelembagaan

Wisuda Ke-8 juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi atas capaian akademik dan karya para lulusan. Tiga wisudawan meraih predikat Dengan Pujian, yaitu Putri Arifah Agustin G. dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,90, Daffa Muhamad Farid dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,89, dan Clarizsa Moudy Aulya dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,89. Sementara itu, Siti Rahmah Octafiansyah meraih penghargaan sebagai Prototipe Terbaik.

Penghargaan tersebut diberikan melalui prosesi penyelempangan oleh Wakil Menteri Perdagangan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan, Direktur Akademi Metrologi dan Instrumentasi, serta Ketua Program Studi Diploma Tiga Metrologi dan Instrumentasi.

Pada kesempatan tersebut, Putri Arifah Agustin G. juga menyampaikan kesan dan pesan mewakili para wisudawan Wisuda Ke-8.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi P1 Akademi Metrologi dan Instrumentasi. Lisensi yang diperoleh pada Mei 2026 tersebut diserahkan oleh perwakilan Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Adi Mahfudz Wuhadji, kepada Direktur Akademi Metrologi dan Instrumentasi, Vera Firmansyah.

Penyerahan lisensi tersebut menjadi salah satu capaian kelembagaan Akademi Metrologi dan Instrumentasi dalam mendukung penguatan sertifikasi kompetensi di bidang metrologi.

Pada kesempatan yang sama, para wisudawan secara simbolis diserahkan kepada Ketua Ikatan Alumni Akademi Metrologi dan Instrumentasi, Kevin Dewanto Herlambang. Penyerahan tersebut menandai bergabungnya para lulusan sebagai bagian dari keluarga besar alumni Akademi Metrologi dan Instrumentasi.

Kembali ke Daerah untuk Mengabdi

Sebagai bagian dari rangkaian wisuda, dilakukan pula penyerahan dokumen pengembalian wisudawan jalur kerja sama secara simbolis oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan kepada perwakilan pimpinan daerah.

Penyerahan dilakukan kepada Junaidi Mahir, Wakil Bupati Kabupaten Muaro Jambi; Abdul Hamid, Wakil Bupati Kabupaten Lamandau; Sudiro, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan; Asep Nugroho, Kepala Unit Metrologi Legal Kabupaten Garut; dan Susilo Adi Prayitno, Kepala Unit Metrologi Legal Kabupaten Pati.

Para lulusan jalur kerja sama selanjutnya akan kembali ke daerah masing-masing untuk mengaplikasikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Akademi Metrologi dan Instrumentasi serta berkontribusi dalam bidang metrologi di daerah.

Penutup Rangkaian Wisuda Ke-8

Menjelang akhir rangkaian, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Eko Karsono. Selanjutnya, para hadirin menyaksikan pemutaran video Dies Natalis ke-12 Akademi Metrologi dan Instrumentasi yang diperingati pada 17 September 2026. Pemutaran video tersebut menjadi bagian dari momentum untuk mengenang perjalanan dan capaian Akademi Metrologi dan Instrumentasi selama 12 tahun.

Rangkaian Sidang Senat Terbuka kemudian ditutup dengan menyanyikan Mars Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan oleh paduan suara. Setelah itu, Senat Akademi Metrologi dan Instrumentasi meninggalkan tempat acara diiringi Padelis.

Usai seluruh prosesi resmi berakhir, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri memberikan keterangan kepada awak media dalam sesi doorstop.

Wisuda Ke-8 menjadi momentum bagi 67 lulusan Akademi Metrologi dan Instrumentasi untuk melanjutkan perjalanan ke dunia kerja dan pengabdian. Dengan bekal ilmu, kompetensi, dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan, para lulusan diharapkan mampu terus berkarya dan berkontribusi dalam bidang metrologi serta mendukung terwujudnya perdagangan yang adil dan terpercaya.