Sumedang, 3 November 2026 – Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet) menerima kunjungan dari PT Maju Selaras Instrumindo (PT MSI) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi dalam rangka penjajakan kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, serta penguatan kompetensi di bidang metrologi dan instrumentasi.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dudi Adi Firmansyah; Analis Kerja Sama, Bayu Ardi Nugraha; Dosen Akmet, Nandang Gunawan Tunggal Waras; serta Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), Daniel Enrique Triosandriawan. Sementara itu, PT MSI diwakili oleh Ibu Humaira, Ibu Indri, dan Bapak Ade selaku HRD. Dari DLH Kabupaten Sukabumi, hadir Bapak Ramdhani Lukman.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai peluang sinergi antara Akmet, PT MSI, dan DLH Kabupaten Sukabumi, khususnya dalam menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan perkembangan dan kebutuhan industri. Pihak PT MSI menyampaikan apresiasi terhadap kurikulum Akmet yang dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi di bidang metrologi dan instrumentasi. Perusahaan juga melihat potensi lulusan Akmet untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi pengukuran dan instrumentasi industri.
PT Maju Selaras Instrumindo merupakan perusahaan yang telah berkiprah selama kurang lebih 17 tahun dalam pengembangan dan produksi peralatan instrumentasi pengukuran. Perusahaan tersebut memiliki visi untuk membangun kemandirian industri nasional melalui kemampuan memproduksi sendiri berbagai peralatan instrumentasi, sehingga dapat turut mendorong terwujudnya kedaulatan metrologi industri.
Dalam pemaparannya, PT MSI memperkenalkan sejumlah inovasi produk, antara lain High Volume Air Sampler (HVAS) digital yang terintegrasi dengan weather station, peralatan isokinetic sampling, serta particle analyzer untuk pengukuran partikulat dari cerobong industri. Perusahaan juga menyampaikan bahwa digitalisasi menjadi kebutuhan yang semakin penting dalam kegiatan pengukuran, terutama untuk meningkatkan efisiensi, kemudahan pengoperasian, dan pengelolaan data hasil pengukuran. Salah satu contohnya adalah penggunaan HVAS digital yang dinilai lebih praktis dibandingkan peralatan manual yang membutuhkan pencatatan secara berkala.
Selain pengembangan produk, aspek standardisasi, kalibrasi, dan jaminan mutu juga menjadi perhatian dalam diskusi. PT MSI menyampaikan bahwa proses kalibrasi produknya didukung oleh perusahaan afiliasi (sister company) yang menerapkan standar ISO/IEC 17025. Hal tersebut menjadi penting mengingat penerimaan produk instrumentasi dalam negeri masih menghadapi tantangan, terutama terkait kepercayaan pasar terhadap kesesuaian standar dan ketahanan produk (durability).
Dari sisi pengembangan sumber daya manusia, PT MSI menyampaikan kebutuhan tenaga profesional di bidang metrologi dan instrumentasi yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Pihak perusahaan menilai bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional. Oleh karena itu, lulusan Akmet dinilai memiliki peluang untuk berkontribusi, baik dalam kegiatan produksi, pengembangan alat, pengujian, maupun bidang terkait lainnya.
Salah satu bentuk kerja sama yang dibahas adalah pelaksanaan program magang dengan durasi sekitar enam bulan. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana penyelarasan kurikulum Akmet dengan kebutuhan nyata di industri, sekaligus memberikan pengalaman kerja secara langsung kepada mahasiswa atau lulusan. Selain program magang, peluang kerja sama juga mencakup rekrutmen tenaga kerja melalui skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), pengembangan kompetensi melalui pelatihan (training), serta keterlibatan tenaga ahli dalam pengembangan dan penyempurnaan peralatan instrumentasi.
Bapak Nandang selaku perwakilan Dosen Akmet menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Beliau juga menyampaikan bahwa Akmet memiliki kiprah penelitian di bidang pengembangan alat ukur, termasuk yang berkaitan dengan kebutuhan pengukuran di sektor lingkungan hidup. Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya berpotensi memberikan manfaat dalam bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian dan pengembangan teknologi.
Dukungan terhadap penguatan bidang metrologi juga disampaikan oleh Bapak Ramdhani Lukman dari DLH Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan pengalamannya di Unit Metrologi Legal (UML) Kabupaten Sukabumi, beliau melihat pentingnya pengembangan kompetensi dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung kemajuan metrologi. Beliau juga menyampaikan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan metrologi melalui peluang kerja sama yang dijajaki bersama Akmet dan PT MSI.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun hubungan kerja sama yang lebih konkret antara Akmet dan PT MSI. Sebagai tindak lanjut, para pihak akan melakukan peninjauan terhadap rancangan perjanjian kerja sama serta mempersiapkan pelaksanaan program magang dan bentuk kolaborasi lainnya. Melalui sinergi tersebut, Akmet diharapkan dapat semakin memperkuat keterkaitan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri, sekaligus memperluas kesempatan bagi mahasiswa dan lulusan untuk mengembangkan kompetensi serta berkarier di bidang metrologi dan instrumentasi.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya Akmet dalam memperluas jejaring kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan instansi pemerintah guna menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mendukung kemajuan industri instrumentasi dan metrologi nasional.










