Akmet Tampilkan 11 Prototipe Inovatif Mahasiswa di Trade Expo Indonesia 2026

Tangerang, 14 Oktober 2026 – Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP), Kementerian Perdagangan, memperkenalkan 11 prototipe hasil tugas akhir mahasiswa dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Berbagai karya tersebut ditampilkan di booth Trade Talent Hub BPSDMP yang berlokasi di Foyer Hall 3A, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 14–18 Oktober 2026.

Keikutsertaan Akmet dalam pameran perdagangan internasional ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil pembelajaran mahasiswa melalui pengembangan alat ukur, sistem akuisisi data, perangkat pengujian, dan media pembelajaran. Prototipe yang dipamerkan menunjukkan penerapan ilmu metrologi dan instrumentasi untuk mendukung kegiatan pengukuran, pengujian mutu, serta pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perdagangan.

Menteri Perdagangan dan Wakil Menteri Perdagangan Kunjungi Prototipe Mahasiswa Akmet

Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengunjungi booth BPSDMP di TEI 2026. Dalam kunjungan tersebut, keduanya turut mengunjungi area prototipe mahasiswa Akmet yang menampilkan beragam hasil pengembangan teknologi di bidang metrologi dan instrumentasi.

Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi mahasiswa Akmet kepada pimpinan Kementerian Perdagangan. Prototipe yang ditampilkan memperlihatkan penerapan ilmu pengukuran dan instrumentasi dalam pengembangan perangkat untuk membantu proses pengujian, pemantauan mutu, serta kegiatan praktikum.

Kepala BPSDMP Bersama Perwakilan Diplomatik Kunjungi Area Prototipe Akmet

Pada kesempatan terpisah, Kepala BPSDMP Djatmiko Bris Witjaksono mengunjungi area prototipe mahasiswa Akmet bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia Andy Rachmianto dan Atase Perdagangan Republik Indonesia di Brussel Lusyana Halmiati.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil pengembangan mahasiswa Akmet kepada perwakilan diplomatik dan perdagangan. Berbagai prototipe yang ditampilkan menggambarkan pemanfaatan teknologi pengukuran untuk mendukung pengujian, pengendalian mutu, serta pengembangan instrumen yang dapat diterapkan dalam kegiatan industri dan perdagangan.

Direktur Akmet Vera Firmansyah turut hadir bersama Wakil Direktur II Akmet Budi Yasri serta dua mahasiswa Akmet, Muhammad Dzakki Al-Bukhori dan Syauqi Fahrezi, dalam rangkaian kegiatan di area pameran.

Sebelas Prototipe Karya Mahasiswa Akmet

Sebelas prototipe yang dipamerkan merupakan hasil tugas akhir mahasiswa Program Studi Diploma III Metrologi dan Instrumentasi pada 2022 dan 2023. Karya-karya tersebut mencakup pengembangan instrumen pengukuran, sistem pemantauan data, perangkat pendukung pengujian, dan media pembelajaran.

1. Meja Perata Otomatis untuk Pengujian Bejana Ukur 20 Liter — Candra Setia Mukti (2022)

Prototipe ini dikembangkan untuk meratakan posisi bejana ukur berkapasitas 20 liter secara otomatis. Sensor kemiringan mendeteksi posisi meja, kemudian aktuator linear menyesuaikan kemiringannya agar bejana berada pada posisi rata. Sistem ini membantu mempercepat proses perataan dan mengurangi potensi kesalahan akibat penyetelan manual dalam pengujian bejana ukur.

2. Sistem Otomatisasi Linierisasi Bejana Ukur Standar Multikapasitas — Amirah Fauziah Warman (2023)

Prototipe ini mengembangkan sistem pengukuran volume otomatis untuk bejana ukur standar berkapasitas 5 liter, 10 liter, dan 20 liter. Sensor ultrasonik mendeteksi ketinggian cairan, kemudian sistem mengonversinya menjadi nilai volume. Metode regresi linier digunakan untuk mengoreksi ketidaklinieran pengukuran sehingga hasil pengukuran pada berbagai kapasitas dapat diperoleh secara lebih konsisten.

3. Alat Ukur Kadar Air Biji Kopi dengan Sistem Perataan Sampel Otomatis — Nurhidayah (2022)

Alat ini mengukur kadar air biji kopi menggunakan sensor kapasitif dan dilengkapi mekanisme getaran untuk meratakan sampel secara otomatis. Sensor cahaya dan laser turut digunakan dalam mekanisme perataan tersebut. Distribusi sampel yang lebih seragam membantu meningkatkan konsistensi hasil pengukuran dan mendukung pemeriksaan mutu biji kopi secara praktis.

4. Data Logger Suhu Empat Kanal Menggunakan Sensor Termokopel — Wening Banyuarti (2022)

Prototipe ini merekam suhu dari empat titik pengukuran secara bersamaan menggunakan sensor termokopel tipe K. Hasil pengukuran ditampilkan pada layar dan dapat direkam melalui Microsoft Excel. Sistem dirancang untuk memantau distribusi serta perubahan suhu di dalam ruang seperti oven dan inkubator, sehingga dapat mendukung evaluasi karakteristik suhu dalam proses kalibrasi enklosur.

5. Data Logger Suhu Sembilan Kanal untuk Pengujian Enklosur sesuai Pedoman KAN PD-02.04 — Friska Mulya Mokoagow (2023)

Prototipe ini memungkinkan pengukuran suhu pada sembilan titik secara bersamaan menggunakan sensor termokopel. Sistem dilengkapi layar untuk menampilkan hasil pengukuran serta fasilitas pencatatan data melalui Microsoft Excel. Pengukuran pada titik suhu 40 °C, 45 °C, dan 50 °C digunakan untuk mengevaluasi karakteristik suhu, termasuk keseragaman dan kestabilannya di dalam enklosur sesuai pedoman yang dirujuk.

6. Alat Ukur Massa Jenis Cairan untuk Barang dalam Keadaan Terbungkus Berbasis Massa dan Volume — Maylia Dwi Sagita (2023)

Prototipe ini mengukur massa jenis cairan menggunakan metode gravimetri, yaitu dengan mengukur massa sampel dan menghubungkannya dengan volume wadah yang telah diketahui. Sistem menggunakan sensor beban, mikrokontroler Arduino Uno, dan piknometer berkapasitas 25 mL. Pengujian dilakukan terhadap berbagai sampel minuman, termasuk air mineral, teh, susu, dan kopi. Pengembangan ini berpotensi mendukung proses pengujian massa jenis cairan untuk barang dalam keadaan terbungkus secara lebih praktis dan efisien.

7. Media Pembelajaran Pengukuran Kecepatan Putar pada Mata Kuliah Sistem Sensor dan Aktuator — Alya Fitria (2023)

Prototipe ini dirancang sebagai media praktikum untuk membantu mahasiswa memahami pengukuran kecepatan putar dan karakteristik sensor. Sistem menggunakan motor DC, sensor optokopler, dan mikrokontroler Arduino Uno untuk mengukur kecepatan putar pada rentang 500 hingga 4.000 RPM. Hasil pengukuran dapat ditampilkan dan direkam melalui Microsoft Excel. Dilengkapi modul praktikum, alat ini mendukung pembelajaran yang lebih interaktif pada mata kuliah Sistem Sensor dan Aktuator.

8. Alat Bantu Deteksi Kerataan Alas Bejana Kalibrasi Berbentuk Y dengan Indikator Suara dan Cahaya — Naswa Salsabila (2022)

Alat berbentuk Y ini digunakan untuk mendeteksi kemiringan alas bejana ukur standar. Sensor mengukur sudut kemiringan pada dua sumbu, sedangkan hasil pengukuran ditampilkan pada layar. Sistem juga dilengkapi indikator suara dan visual untuk memberikan informasi mengenai kondisi kemiringan. Alat ini membantu memastikan posisi alas bejana sebelum pengukuran dilakukan sehingga potensi kesalahan dalam pengukuran volume cairan dapat diminimalkan.

9. Alat Ukur Konduktivitas Air Suling Berbasis Mikrokontroler Menggunakan Modul HX711 sesuai ASTM D1193 — Tania Dwi Ardella (2023

Prototipe ini dikembangkan untuk mengukur konduktivitas listrik air suling sebagai salah satu parameter pemantauan kualitas air laboratorium. Sistem menggunakan mikrokontroler Arduino Nano, modul HX711, dan probe konduktivitas dengan dua elektroda. Hasil pengukuran ditampilkan pada layar LCD dan diuji pada rentang konduktivitas 2–20 µS/cm dengan membandingkannya terhadap alat ukur acuan. Pengembangan ini menawarkan alternatif perangkat untuk membantu pemantauan kualitas air berdasarkan pengukuran konduktivitas listrik.

10. Kit Praktikum Pengukur Waktu Ayunan Bandul Menggunakan Mikrokontroler dan Sensor Inframerah — Muhammad Rifqi Hafizh (2023)

Prototipe ini dirancang untuk mengukur waktu ayunan bandul secara otomatis dalam praktikum gerak harmonik sederhana. Sensor inframerah mendeteksi gerakan tali bandul tanpa kontak fisik, sedangkan mikrokontroler Arduino Uno mencatat waktu dan jumlah ayunan. Pengukuran otomatis membantu mengurangi potensi kesalahan akibat waktu reaksi manusia saat menggunakan stopwatch, sekaligus mendukung kegiatan praktikum fisika yang lebih terukur.

11. Alat Ukur Kadar Air Beras Berbasis Internet of Things (IoT) — Gusti Ayu Putu Rosa Angelina (2023)

Alat ini mengukur kadar air beras menggunakan sensor kapasitif dan mikrokontroler ESP32. Hasil pengukuran ditampilkan melalui layar dan indikator lampu, dengan ambang kadar air 14% berdasarkan SNI 6128:2020. Data juga dapat disimpan melalui Google Spreadsheet sehingga hasil pengukuran dapat dipantau secara digital untuk mendukung evaluasi mutu beras.

Melalui pameran ini, Akmet memperkenalkan hasil karya mahasiswa yang menggabungkan prinsip pengukuran, pengembangan instrumen, pengolahan data, dan penerapan teknologi. Kehadiran 11 prototipe di booth Trade Talent Hub BPSDMP pada TEI 2026 menjadi sarana untuk memperlihatkan penerapan pembelajaran di Akmet serta potensi pengembangan teknologi metrologi dan instrumentasi untuk mendukung pengujian, pengendalian mutu, industri, dan perdagangan.