Sumedang, 9 Juni 2026 – Menjelang pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP), Kementerian Perdagangan (Kemendag), sukses menggelar kegiatan pengarahan teknis secara hybrid. Acara ini dihadiri secara langsung (luring) oleh seluruh mahasiswa angkatan 2024 di lingkungan kampus Akmet, Sumedang, sementara jajaran dosen pembimbing serta perwakilan instansi pemerintah dan perusahaan mitra menyimak secara daring melalui Zoom Meeting.
Agenda ini dipimpin langsung oleh Dudi Adi Firmansyah, S.Si., M.Si., Ph.D. selaku Wakil Direktur 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Akmet. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya PKL sebagai jembatan emas bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat selama empat semester di bangku perkuliahan ke dalam kondisi riil dunia kerja.
Kegiatan PKL tahun ini merupakan mata kuliah wajib berbobot total 14 SKS yang dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, terhitung mulai 15 Juni hingga 11 September 2026. Sebanyak 43 mahasiswa angkatan 2024 akan disebar ke 24 lokasi strategis, meliputi Direktorat Metrologi Kemendag, Unit Metrologi Legal (UML) di berbagai kabupaten/kota, hingga badan usaha milik negara (BUMN) dan swasta seperti PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia serta PT Dirgantara Indonesia.
“Kami berharap melalui PKL ini, mahasiswa angkatan 2024 dapat menguasai prosedur, regulasi, dan praktik nyata di bidang metrologi legal, ilmiah, maupun industri. Ini adalah kesempatan mereka untuk mengamati dan belajar langsung sebagai calon penera, pengamat, serta teknisi kalibrasi dan instrumentasi yang memiliki integritas tinggi,” papar Dudi Adi Firmansyah, S.Si., M.Si., Ph.D.
Selama tiga bulan pertama di lapangan, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas esensial, seperti pelayanan tera dan tera ulang, verifikasi standar ukuran, pengelolaan laboratorium, hingga pemahaman Sistem Manajemen Mutu (ISO 17025). Pihak Akmet bersama dosen pembimbing lapangan juga berkomitmen melakukan evaluasi berkala setiap dua hingga tiga minggu guna memastikan target kompetensi mahasiswa tercapai dengan baik.
Selain membekali mahasiswa, lewat momentum pengarahan ini Akmet juga membuka lebar peluang kolaborasi dengan instansi dan perusahaan mitra. Kerja sama tersebut berupa pengembangan purwarupa atau prototipe alat ukur yang diangkat dari studi kasus di lapangan untuk dijadikan Tugas Akhir mahasiswa, yang nantinya akan menjadi hak milik bersama demi kemajuan teknologi metrologi nasional.
Melalui sinergi yang kuat antara kampus di bawah BPSDMP Kemendag dan dunia industri ini, pengarahan PKL diharapkan menjadi langkah awal yang solid dalam mencetak lulusan Akmet yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi nyata bagi dunia kemetrologian di Indonesia.