Akmet Gelar Koordinasi Tengah Semester PKL Tahun 2026 Bersama Mitra Instansi dan Industri

Sumedang, 15 Juli 2026 – Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP), Kementerian Perdagangan menyelenggarakan Koordinasi Tengah Semester Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh pembimbing lapangan dari instansi pemerintah dan industri, dosen pembimbing, serta 51 mahasiswa semester IV angkatan 2024 Program Studi D-III Metrologi dan Instrumentasi yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai instansi pemerintah maupun perusahaan. Koordinasi ini menjadi forum evaluasi pelaksanaan PKL yang telah berlangsung sejak 11 Juni 2026 sekaligus menghimpun masukan dari seluruh mitra guna meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur I Akmet sekaligus Koordinator Praktik Kerja Lapangan, Dudi Adi Firmansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi pemerintah dan perusahaan yang telah memberikan kesempatan, bimbingan, serta fasilitas kepada mahasiswa selama mengikuti PKL. Tahun ini, 51 mahasiswa ditempatkan di 25 lokasi PKL, yang terdiri atas 14 instansi pemerintah dan 11 perusahaan/industri. Sebanyak 30 mahasiswa melaksanakan PKL di instansi pemerintah dengan fokus pada metrologi legal, sedangkan 21 mahasiswa ditempatkan di industri untuk memperdalam kompetensi di bidang kalibrasi dan instrumentasi. Penempatan tersebut dirancang untuk mendukung profil lulusan sebagai Penera Keterampilan, Pengamat Keterampilan, Teknisi Instrumentasi, dan Teknisi Kalibrasi.

Dudi Adi Firmansyah, Wakil Direktur I Akmet sekaligus Koordinator Praktik Kerja Lapangan

Pada sesi koordinasi, para pembimbing lapangan dari instansi pemerintah dan industri menyampaikan perkembangan pelaksanaan PKL di masing-masing lokasi sekaligus memberikan berbagai masukan bagi peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik. Secara umum, mahasiswa Akmet dinilai mampu beradaptasi dengan baik, menunjukkan sikap profesional, serta aktif mengikuti berbagai kegiatan teknis sesuai ruang lingkup PKL di masing-masing instansi dan perusahaan. Sejumlah mitra juga mengapresiasi semangat belajar dan kemampuan mahasiswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja.

Berbagai masukan juga disampaikan oleh mitra sebagai bahan evaluasi bagi Akmet. UPTD Metrologi Kabupaten Sukabumi mengusulkan agar mahasiswa dapat memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan Sidang Tera dan Tera Ulang (STTU) apabila jadwal pelaksanaannya berlangsung setelah masa PKL berakhir sehingga pengalaman praktik di lapangan dapat semakin optimal. Sementara itu, Balai Kalibrasi Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu menyampaikan bahwa mahasiswa telah memperoleh pengalaman di berbagai laboratorium, meliputi massa, instrumen analitik, suhu dan kelembaban, volumetri, gaya dan tekanan, panjang, kelistrikan, waktu, dan frekuensi. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan sistem manajemen mutu laboratorium serta alur layanan kalibrasi mulai dari penerimaan pelanggan hingga penerbitan sertifikat kalibrasi.

Direktorat Metrologi

Masukan turut diberikan oleh Unit Metrologi Legal Provinsi DKI Jakarta yang menjelaskan bahwa pada tahap awal mahasiswa difokuskan untuk menguasai alat ukur dan proses pengujian di laboratorium sebelum dilibatkan dalam kegiatan lapangan, seperti sidang tera dan tera ulang maupun pengawasan metrologi legal. Tahapan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang kuat terhadap berbagai jenis alat ukur sebelum mahasiswa terjun langsung ke lapangan. Menanggapi hal tersebut, Eko Karsono, dosen Akmet, mengusulkan agar contoh dokumen maupun format kegiatan yang digunakan di instansi dapat didokumentasikan sebagai bahan pembelajaran dan referensi bagi mahasiswa ketika kembali ke kampus. Selain itu, Akmet juga mengharapkan masukan dari seluruh mitra mengenai materi pembelajaran dan kompetensi yang perlu diperkuat untuk penyempurnaan kurikulum.

Eko Karsono, Dosen Akmet

Dari sektor industri, PT Global Quality Indonesia menyampaikan bahwa mahasiswa telah memperoleh pengalaman pada berbagai ruang lingkup kalibrasi serta dipersilakan memperluas pembelajaran, termasuk pada kalibrasi alat kesehatan dan peralatan sipil. Mitra juga mendorong mahasiswa mulai menentukan tema laporan PKL yang berpotensi dikembangkan menjadi tugas akhir. Sementara itu, Direktorat Metrologi memberikan masukan mengenai pentingnya penguatan materi persetujuan tipe dalam kurikulum agar mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terhadap proses pengujian alat ukur sebelum alat tersebut dipasarkan dan digunakan.

Eliyana Firmansyah, Pembimbing Lapangan dari PT Global Quality Indonesia

Selain itu, LPPOM MUI–PT Hitranscorp mengapresiasi kompetensi mahasiswa Akmet yang dinilai mampu beradaptasi dengan baik dan menunjukkan performa yang positif selama mengikuti PKL. Mitra juga menyampaikan harapan agar kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut, termasuk dalam pelaksanaan tugas akhir mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan industri. Sementara itu, PT GMF AeroAsia turut mengapresiasi kemampuan praktik mahasiswa Akmet serta mendorong penguatan kompetensi pada berbagai ruang lingkup metrologi, kalibrasi, dan instrumentasi agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Muhammad Audrian, Pembimbing Lapangan dari LPPOM MUI–PT Hitranscorp

Menutup kegiatan, Dudi Adi Firmansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra instansi dan industri atas dukungan serta kerja sama yang telah terjalin selama pelaksanaan PKL. Ia berharap pelaksanaan PKL tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan berbagai masukan yang bermanfaat untuk penyempurnaan kurikulum, peningkatan kompetensi lulusan, serta memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di kampus dengan kebutuhan dunia kerja di bidang metrologi, kalibrasi, dan instrumentasi.