Sumedang, 18 Juni 2026 – Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet) menjadi tuan rumah rapat pembahasan Cetak Biru dan Peta Jalan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP), Kamis (18/6), di Kampus Akmet, Sumedang.
Rapat dipimpin oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP), Djatmiko Bris Witjaksno, dan dihadiri oleh Sekretaris BPSDMP, Yan Triono; Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Perdagangan, Bambang Jaka Setiawan; Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Perdagangan, Sri Iriyanti; Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan, Doni Adria Novri, yang mewakili Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan; Kepala Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Metrologi, Mutu, dan Jasa Perdagangan, Suci Ingrid Daniati; Kepala Balai Pengembangan Kompetensi Perdagangan Padang, Hadi Barry Rahmatullah; serta Direktur Akademi Metrologi dan Instrumentasi, Vera Firmansyah.
Turut mengikuti rapat secara daring Kepala Balai Pelatihan Aparatur Metrologi dan Mutu, Nurul Fadhlina; Kepala Balai Pengembangan Kompetensi Perdagangan Yogyakarta, Hadiah Novi Setiani; serta Kepala Balai Pengembangan Kompetensi Perdagangan Makassar, Zulfianah Ahmady. Rapat juga diikuti oleh para kepala bagian, kepala subbagian, pejabat fungsional, serta staf dari unit-unit kerja di lingkungan BPSDMP dan Akademi Metrologi dan Instrumentasi.
Pembahasan difokuskan pada penyusunan Cetak Biru dan Peta Jalan Pengembangan SDM Perdagangan sebagai arah kebijakan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia perdagangan yang kompeten, adaptif, inovatif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan kapasitas aparatur, pendidikan dan pelatihan, serta penguatan kelembagaan di lingkungan BPSDMP.
Dalam forum tersebut, setiap unit kerja menyampaikan masukan dan rekomendasi sesuai dengan tugas dan fungsinya guna menyusun dokumen yang komprehensif, terintegrasi, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan sektor perdagangan.
Melalui kegiatan ini, BPSDMP memperkuat sinergi antarunit kerja dalam merumuskan arah pengembangan sumber daya manusia perdagangan yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan cetak biru dan peta jalan yang implementatif sebagai pedoman dalam mewujudkan SDM Perdagangan yang unggul, profesional, dan siap mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.














